Alasan Opera Melacak Data Pengguna Toko Online

Sebagian toko online seperti terlihat khawatir setelah Opera umumkan hasil penelitian yang dikerjakan pada 60 aplikasi berbelanja paling atas di basis Android. Didalam penelitian itu disibakkan kalau 1/2 aplikasi yang ada nyatanya menyatukan info pribadi pemakai. Terasa disudutkan satu diantara toko online tersebut diantaranya Blibli, memohon Opera untuk memberi klarifikasi mengenai hasil penelitian itu. Menyikapi keinginan itu, Peko Wan sebagai Head of PR Asia, Opera Software, memberi keterangan pada kami lewat pesan email. Studi tersebut kami kerjakan dengan aktifkan modus privacy di Opera Max 2.2, yang dapat di unduh di Google Play Store.

opera

Dari hasil eksperimen, kami bisa tunjukkan berapakah banyak pelacak (tracker) yang terdeteksi oleh mekanisme blocking serta mengategorikannya jadi tiga kelompok resiko, rendah, menengah, serta tinggi. Mekanisme blocking ini di dukung oleh daftar dari EasyPrivacy filter, satu basis open source yang dipakai juga oleh service pemblokir iklan yang lain. Akan tetapi, cuma aplikasi berkaitan yang tahu dengan cara tentu info apa sajakah yang dihimpun lewat pelacak serta bisa memberi info selanjutnya mengenai hal semacam ini.

Waktu modus privacy Opera Max dinyalakan, ia bakal memberitahu pemakai bila satu aplikasi kirim pelacak, apabila pemakai tersambung lewat jaringan yg tidak seutuhnya terenkripsi. Tidak ada niatan untuk buka borok e-Commerce yang ada di Indonesia. Tetapi, Opera mengharapkan karenanya ada penelitian ini bisa tingkatkan pemahaman orang-orang berkaitan gosip privacy on-line, bukanlah untuk menyelidiki bagaimana beberapa penyedia aplikasi e-Commerce mempergunakan data dari tracker. Kami mensupport pernyataan bebrapa rekanan e-Commerce yang menanggung keamanan privacy on-line beberapa pemakainya. Begitu utama untuk pemakai untuk teredukasi serta memperoleh info komplit dengan cara transparan tentang keamanan privacy on-line mereka.

Iklan